Rabu, 24 Desember 2014

Sejarah Benteng Willem II




Ungaran - Bagi warga Ungaran maupun orang-orang yang sering melewati jaalan Diponegoro Ungaran pasti sudah tidak asing lagi dengan Benteng Willem II. Karena benteng ini sendiri telah menjadi ikon sejarah Kota Ungaran. Benteng bersejarah ini merupakan tempat yang memiliki nilai sejarang yang tinggi bagi Kota Ungaran, dan dengan mengenal benteng ini secara lebih jauh akan menjadi menarik.

Sedikit sejarah mengenai benteng ini, yaitu Benteng Willem II (Benteng Oenarang) merupakan sebuah benteng peninggalan Belanda yang berada di Ungaran. Benteng Willem II Ungaran yang di buat oleh Belanda serta didirikan pada tahun 1786. Benteng Willem II juga menjadi salah satu ikon Kota Ungaran Kabupaten Semarang.

Benteng ini didirikan untuk memperingati pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada 11 Mei 1746, Ketika penguasa Kraton Mataram Paku Buwono II dipindahkan dari Kartosuro ke Surakarta (Solo).

Dalam perjalanannya setelah masa kemerdekaan Indonesia, Benteng ini sempat dimanfaatkan sebagai asrama polisi. Dan lebih dikenal sebagai demikian oleh warga sekitar.
Pada tahun 1743-1746 diperkirakan pada tahun-tahun inilah Benteng Willem II didirikan. Lalu pada tahun 1784-1786 benteng ini direnovasi dan diperbaharui karena akan diperuntukan sebagai garnisun VOC di Ungaran. Tahun 1800-1807 benteng ditangani oleh Republik Batavia, tetapi pada tahun 1807-1811 benteng berada dibawah kekuasaan Tentara Perancis, setelah itu benteng berhasil diduduki oleh Angkatan Darat Kerajaan Inggris sampai tahun 1816.

Kemudian benteng Willem II diduduki oleh  Belanda dari tahun 1816 sampai 1942. Dalam pendudukannya Belanda menggunakan benteng tersebut untuk keperluan banyak , seperti pada Agustus 1830 benteng digunakan sebagai penjarabagi Pangeran Diponegoro sebelum dibawa ke Ujungpandang. Lalu pada tahun 1918-1919 benteng digunakan untuk kamp militer bagi tentara Belanda.

Selepas meletusnya perang dunia II, pada tahun 1942-1945 benteng ini diduduki oleh tentara Jepang, dan digunakan sebagai penjara bagi orang Indonesia. Setelah perang dunia II berakhir, tepatnya pada September 1945 benteng Willem II dikosongkan, dan para tahanan dibebaskan. Satu bulan kemudian mulai Oktober 1945 benteng digunakan polisi sebagai penjara bagi pria dan anak laki-laki warga negara Belanda.

Pada tahun 1948-1950 benteng Willem II kembali diduduki oleh Belanda dan digunakan untuk barak polisi dan penjara militer untuk orang Indonesia. Setelah itu sampai tahun 1951 benteng diduduki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang selanjutnya benteng dikembalikan kepada Porli dan digunakan sebagai tempat tinggal/ asrama sampai tahun 2007.

Kemudian mulai 2007 sampai 2011 benteng dikosongkan oleh Pemda. Lalu pada 2011 Polda mengurus sertifikat dan akhirnya mulai Maret 2011 Benteng Willem II resmi menjadi milik Polri. (HBR)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar